Pasangan muda Pelatnas Cipayung Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian
berhasil lolos ke babak utama Indonesia Open Super Series Premier 2016
setelah mengalahkan rekan senegaranya pasangan Fran Kurniawan/Fernando
Kurniawan dengan rubber game dengan skor 21-19, 12-21 dan 22-20.
Pertandingan kualifikasi babak kedua
ganda putra yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta Senin (30/5/2016)
WIB, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian harus berjuang selama
tiga game yang melelahkan untuk dapat lolos ke babak utama.
Pada set pertama Rian/Fajar mencoba tampil menyerang dan menekan
pasangan Fran/Fernando, namun rapatnya barisan pertahanan Fran/Fernando
membuat serangan tidak mudah mati dan menghasilkan poin. Terjadi
kejar-mengejar angka pada game ini, hingga kedudukan 19-19 Rian/Fajar
berhasil menambah dua poin kritis untuk merebut set pertama dengan skor
21-19.
Memasuki set kedua Fran/Fernando menggebrak dan memberikan
perlawanan. Pasangan kakak beradik ini berkali-kali menyerang dan
merepotkan pertahanan Rian/Fajar yang Nampak kehilangan konsentrasi pada
set ini sehingga set kedua dapat direbut oleh Fran/Fernando dengan skor
yang cukup jauh 12-21.
Pada set penentuan Rian/Fajar mengambil alih permainan dan tidak mau
kecolongan seperti set kedua, bertubi-tubi serangan dilancarkan
Rian/Fajar untuk menggempur pertahanan Fran/Fernando, namun
Fran/Fernando juga tidak mau kalah begitu saja, hingga pada kedudukan
20-20 dilakukan jus, pasangan Pelatnas Rian/Fajar tampil tenang pada
game ini sehingga dapat menambah dua poin kritis untuk merebut set
ketiga dengan skor 22-20 dan menyegel kemenangan atas Fran/Fernando.
“Ini adalah penampilan pertama kami, jadi kami merasa tegang. Di game
pertama kami sudah enak mainnya, tetapi di game kedua kami ketinggalan
dan panic.” Demikian pernyataan Fajar Alfian setelah kelolosan kebabak
utama Indonesia Open Super Series Premier 2016. Seperti dikutip oleh
situs resmi PBSI Badmintonindonesia.org.
“Kami juga ketinggalan di game ketiga, saat itu kami hanya tampil
nothing to lose. Kami terbawa permainan lawan, kami sering mati-mati
sendiri karena terburu-buru.” pungkas Rian Ardianto.
Sumber: ligaolahraga.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar